aku tau aku masih dalam masa labil, aku tak tau mau mencintai siapa. Tapi aku akan lebih merasa gundah jika aku tak mengetahui jawabannya. Dia yang dulu aku cintai, sekarang datang kembali, dia begitu nyata. Aku tak percaya ia datang kepadaku. Dari masa laluku, cinta yang gagal.. tak pernah dicintai dengan tulus.. namun sekarang, cinta itu datang padaku. Aku merasa gundah, apakah ini cinta yang sesungguhnya ?
@@@
Hari ini , aku akan bertemu dengannya. Ya dia adalah vian. Dulu memang aku sangat mencintainya. Dan kami memang sempat berpacaran. Namun tak bertahan lama, ia putuskan aku tanpa alasan dan pergi begitu saja. Aku berusaha untuk melupakannya namun tak bisa hingga sekarang aku yang tak tahu apakah aku bodoh atau apa, aku masih menunggunya.
Aku masih duduk di halte dekat rumahku.Kulihat jam tanganku, sudah 20 menit berlalu namun dia belum juga datang. Kulitku yang kuning langsat mulai merasa panas terbakar teriknya matahari yang tinggi hari ini. Kuharap ia datang dan menepati janjinya hari ini bertemu denganku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu di belakangku, jantungku berdegub cukup kencang takut. Pelan kuarahkan pandanganku kebelakang. Tak kusangka, ia benar-benar datang, refleks aku langsung merasa gugup sekali bertemu lagi dengannya setelah apa yang terakhir kali terjadi pada kami.
‘ hai, apa kabar ? ‘ vian memulai pembicaraan
‘ panas, kulitku terasa panas. Mungkin lebih baik kita pergi mencari tempat berteduh dulu sebelum kau tanyakan kabar. ‘ jawabku sambil berfikir
‘ baiklah, ayo kita pergi ke saung di sana ‘ ajak vian. Sambil menarik tanganku. Aku merasa bahagia sekali ia memegang tanganku lagi seperti dulu. Aku ingin segera berbincang-bincang dengannya. Mendengar suaranya. Aku hanya memandangi wajah sampingnya dari belakang. Hingga tanpa aku sadari kami telah sampai di saung , namun aku masih saja memerhatikannya.
‘ ada apa ? ‘ tanya vian. Aku tersentak kaget, langsung memalingkan pandangan ke tanah.
‘ tidak ada ‘
‘ ohya , pertanyaanku tadi belum kau jawab ‘
‘ kabar? Mengapa kau tanyakan kabar sedang aku sudah berada di depanmu? Lihat bukan bagaimana keadaanku? ‘
‘oke oke, santai saja, aku hanya menanyakan kabar.. ‘
‘jadi, mengapa kau ingin bertemu denganku?’ tanyaku langsung ke titik pembicaraan
‘aku hanya ingin mengajakmu berjalan-jalan ket aman yang baru di bangun dekat sekolah kita dulu ‘
‘seka.. ‘ belum aku katakan pertanyaanku , ia memotong pembicaraan kami dan pasnya , TP berhenti di halte, ia segera menarik lenganku dan menaiki TP yang cukup sepi itu. Selama perjalan aku dan ia hanya diam saja. Tak berkata sepatah pun.
Sesampainya di taman yang cukup luas. Ia masih menggenggam tanganku. Jantungku masih berdegup cukup keras hingga saat ini. Kami terus berjalan menyusuri jalan kecil di taman itu, hingga kami sampai di bangku taman dengan dikelilingi bunga-bunga yang indah. Aku dan dia duduk di bangku itu. Ia lepaskan genggamannya dan pandangannya mulai terlihat bingung.
“ kau terlihat seperti ingin berkata sesuatu “ aku memulai pembicaraan
‘ tidak ‘ jawabnya pendek
‘ memang apa yang akan kau katakan ? “ tanyaku tanpa mempedulikan jawabannya tadi
‘ hmmm… ‘
Tidak ada komentar:
Posting Komentar