Minggu, 27 November 2011

Hari Kegembelan

Jadi hari itu hari kamis tanggal 24 november 2011. Aku itu anak dekor plus anak padusa. Nah anak dekor yang akhwat kita buat spanduk tentang amuse amuse itu kan. Nah hari itu tuh hari kedua kita berdekor ria. Sorenya, aku naik ke atas buat liat yang dekor. Terus di atas kan juga ada ima, nah ima itu mau ngebuka cat yang warna item. Terus aku minta ke ima itu kaleng berisi cat warna item biar aku yang buka aja, terus aku buka pake apalah itu namanya gak tau kan , ima nanya gini ‘ kegedean ya? Aku ambil yang kecil dulu yah ‘ ima bilang gitu kan , terus aku nyoba-nyoba eh ternyata bisa, dan pas dikit lagi kebuka tinggal ting doing eeeeeh catnya itu muncrat, dan tangan, baju yang di pergelangan tangan sama rok aku kena cat item itu. Terus ima dateng, terus aku bilang ‘ imaaa…… ‘ sambil ngeliatin betapa kotornya diriku. Terus ada mayang kan ke atas , terus mayang bantuin aku ngebersiin tanganku , soalnya kita mau latian padusa.
Nah udah gitu pas lagi di bawah aku kan latian padusa kan sebelah aku cimemeh. Pas lagi duduk , aku bilang
 ‘ eh yang ini kayak sapi yah ‘ kata aku sambil nunjukin polkadot polkadot item yang ada di baju pergelangan tangan itu yang deket kancing. Terus kata memeh
‘ hmmmm… kayak babi ah .. ‘ 
‘ hahahah iyaaaa , yang luar kayak sapi, yang dalem kayak babi hahahaha ‘
Dah selesai gitu kan latian lagi, habis itu aku ke atas sama hafsah mau bersiin baju aku kan. Terus aku ngambil tiner, kan kata ima bisa bersih pake tiner kan. Nah di kamar mandi hafsah bilang gini
‘ emang bisa ilang pake tiner?
‘bisa, kata ima ilanginnya pake tiner ‘
Beberapa detik kemudian aul dateng
‘ yah itu mah jangan pake tiner nanti malah makin nyebar warnanya, pake baiklin bersiinnya ‘
‘ yaaaah gimana doong … ‘
Yaudah deh akhirnya aku turun ke bawah dengan bertambahnya kegembelanku. Terus hafsah bilang gini,
‘ jangan deket-deket ih nanti baju aku kotor lagi , ntar pulang-pulang baju masih baru udah kotor lagi , dan blablablabla~
‘ ngggg…… ‘
‘ siapa sih ? gak kenal , temen lu ge? ‘ hafsah duduk di sebelah gege
‘ bukan , gak tau siapa ‘
Terus aku ngerasa gimana gitu kan. Jadi ngerasa hafsah gak mau deket deket lagi sama aku gara-gara aku kotor dan gembel. Terus aku duduk memojok sama temen temen yang lain. Terus aku ngeliat hafsah dengan muka sedih. Terus hafsah bilang
‘ apa? ‘ pake melotot
‘ …’ aku geleng geleng kepala doang
‘ yaudah ‘
Aku diem aja, terus hafsah dateng ke aku. Pokonya gitu gitu gitu gitu aku lupa dan aku bilang gini
‘ iya aku kotor, iya aku gembel. Gak usah deket deket sama aku ‘ itu kata-kata kayaknya bikin hati aku sakit walopun aku tau hafsah tadi itu cumin bercanda. Tapi setiap hafsah bilang ‘ apa? ‘ plus melototnya aku jadi ngerasa kayaknya saking gembelnya aku orang jadi kayak gitu yah sama aku. Padahal cuman kotor sedikit doang dibaju aku . orang-orang jadi gak suka yah sama aku?
Huaaaaaaaaaaaaaa rasanya pengen nangis. Terus hafsah berusaha biar aku gak nangis. Ngehibur aku gitulah ginilah , iya iyain aja aku mah. Supaya hafsahnya gak ngerasa bersalah. Terus kita latian lagi. Dan pas mau pulang kita kan ke masjid dulu mau shalat maghrib. Terus aku buat plesetan tentang kegembelanku hari itu pake lagu menjadi diriku dari edcoustic :

Bajuku kan memang begini
Putih ternoda dengan hitam
Kuakui ku memang sangat gembel
Ku apa adanya~
Menjadi diriku dengan segala kegembelan
Menjadi diriku atas kegembelanku
Terimalah aku seperti apa adanya
Aku hanya gembel biasa
Tak mungkin sempurna
Tetap ku bangga 
Atas apa yang kupakai
Setiap waktu kunikmati
Anugrah hidup yang kumilliki~

#catatan
cerita ini nyata, tapi ada beberapa yang aku bener bener lupa dan males nulisnya hehehe

Rabu, 23 November 2011

be myself :D

hari itu aku sadar aku caper, tapi kadang suka gak tau apa aku bodoh, polos, ato gimana yah kenapa banget yah aku kadang suka caper sama cowo huh ._. pengen deh jadi akhwat yang cuek. walopun sebenernya sih aku udah dapet hidayah dari Allah, tapi masih aja kayak gini-gini terus dan teguran2 dari Allah yang dulu kayaknya lumayang sering aku rasain sekarang malah udah jarang dan hampir ngga sama sekali. husnudzon aja ya sama Allah, mungkin Allah mau liat gimana kalo Allah ninggalin aku, aku bakalan inget lagi sama Allah? dan kenyataannya sekarang aku kangen sama teguran-tegurannya dan saat saat aku berfikir, saat aku dikasih ujian aku berfikir mungkin karna Allah sayang banget sama aku, dan Allah ingin aku menjadi hambanya yang taat , eaaaaaa hahaha. kembali ke awal pembicaraan, gini loh, emang kenyataannya aku gak berani deket-deket sama cowo, apalagi itu cowo aku udah kenal dan sering banget liat. dan dia adalah teman teman cowoku di sekolah. tapi herannya sama diriku sendiri , logika kali yah , kalo emang takut sama cowo, kenapa caper hayoh? dan yang gak aku suka yah dari diriku itu , aku tuh gak suka sama orang yang suka caper sama cowo, tapi kadang tuh aku suka caper kagak terkontrol gitu kan yah nyebelin banget -_____-. duyunow fath, ini adalah post paling aib , hahahahahaha gakmasalah deh. mau orang mikir apa tentang aku , dan udah seburuk apapun imageku. still be myself ajalah. oke dan diriku yang caper itu kayaknya bukan aku banget, mungkin cuman kebawa suasana aja yah amiiiin. ohya dan buat para pembaca pesan satu dari penulis ' still be yourself '

Minggu, 20 November 2011

Pintu Rahasia

Seperti biasa, setiap pagi aku sarapan pagi dengan keluarga kecilku. Namaku Gina. Aku anak ke dua dari tiga bersaudara. Kakakku bernama Bertha dan adikku bernama Oky. Anak ibuku perempuan semua. Tidak ada yang laki laki. Sebenarnya ibu ingin sekali memiliki anak laki-laki. Namun karena kondisi ekonomi kami yang tidak memungkinkan, maka ibu memutuskan untuk tidak hamil dulu sebelum kondisi ekonomi kami membaik.
Setelah sarapan pagi dengan roti, aku, kakaku, dan adikku berangkat ke sekolah , sekolah kami berbeda-beda. Aku siswi smp, kakakku sma dan adikku sd. Dan kami pun berpisah di pertigaan yang memisahkan antara sekolah sekolah kami. Dan jam 12 nanti saat lonceng pulang berbunyi kami haru berkumpul kembali di pertigaan dan pulang bersama-sama. Itu adalah pesan ibu agar kami pulang bersama dan tidak ada yang pulang terlambat.
Aku berjalan sendirian menuju sekolahku yang cukup jauh. Di desa kami belum ada kendaraan seperti di kota. Namun aku selalu berfikir positif, kalau berjalan itu membuat kita sehat. Sepanjang perjalanan juga aku bernyanyi agar menghilangkan rasa penatku saat berjalan sendirian.
Sesampainya di sekolah aku bertemu dengan karibku rina. Rumahku sebenarnya tak jauh dengannya , hanya 2 meter dari rumahku. Dia anak yang sangat baik, ramah, cantik pula. Aku selalu pulang bersamanya dan ia pulang terlebih dahulu karena aku masih harus menunggu kakak dan adikku di pertigaan.
‘ finaa, tunggu aku ! ‘ aku memanggil fina yang sudah hampir masuk ke dalam kelas.
‘ ng ? ‘ fina menoleh mencari cari dari mana datangnya suaraku, ia melihatku

Jumat, 11 November 2011

cintaku atau cintanya?


aku tau aku masih dalam masa labil, aku tak tau mau mencintai siapa. Tapi aku akan lebih merasa gundah jika aku tak mengetahui jawabannya. Dia yang dulu aku cintai, sekarang datang kembali, dia begitu nyata. Aku tak percaya ia datang kepadaku. Dari masa laluku, cinta yang gagal.. tak pernah dicintai dengan tulus.. namun sekarang, cinta itu datang padaku. Aku merasa gundah, apakah ini cinta yang sesungguhnya ?
@@@
Hari ini , aku akan bertemu dengannya. Ya dia adalah vian. Dulu memang aku sangat mencintainya. Dan kami memang sempat berpacaran. Namun tak bertahan lama, ia putuskan aku tanpa alasan dan pergi begitu saja. Aku berusaha untuk melupakannya namun tak bisa hingga sekarang aku yang tak tahu apakah aku bodoh atau apa, aku masih menunggunya.
Aku masih duduk di halte dekat rumahku.Kulihat jam tanganku, sudah 20 menit berlalu namun dia belum juga datang. Kulitku yang kuning langsat mulai merasa panas terbakar teriknya matahari yang tinggi hari ini. Kuharap ia datang dan menepati janjinya hari ini bertemu denganku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu di belakangku, jantungku berdegub cukup kencang takut. Pelan kuarahkan pandanganku kebelakang. Tak kusangka, ia benar-benar datang, refleks aku langsung merasa gugup sekali bertemu lagi dengannya setelah apa yang terakhir kali terjadi pada kami.
‘ hai, apa kabar ? ‘ vian memulai pembicaraan
‘ panas, kulitku terasa panas. Mungkin lebih baik kita pergi mencari tempat berteduh dulu sebelum kau tanyakan kabar. ‘ jawabku sambil berfikir
‘ baiklah, ayo kita pergi ke saung di sana ‘ ajak vian. Sambil menarik tanganku. Aku merasa bahagia sekali ia memegang tanganku lagi seperti dulu. Aku ingin segera berbincang-bincang dengannya. Mendengar suaranya. Aku hanya memandangi wajah sampingnya dari belakang. Hingga tanpa aku sadari kami telah sampai di saung , namun aku masih saja memerhatikannya.
‘ ada apa ? ‘ tanya vian. Aku tersentak kaget, langsung memalingkan pandangan ke tanah.
‘ tidak ada ‘
‘ ohya , pertanyaanku tadi belum kau jawab ‘
‘ kabar? Mengapa kau tanyakan kabar sedang aku sudah berada di depanmu? Lihat bukan bagaimana keadaanku? ‘
‘oke oke, santai saja, aku hanya menanyakan kabar.. ‘
‘jadi, mengapa kau ingin bertemu denganku?’ tanyaku langsung ke titik pembicaraan
‘aku hanya ingin mengajakmu berjalan-jalan ket aman yang baru di bangun dekat sekolah kita dulu ‘
‘seka.. ‘ belum aku katakan pertanyaanku , ia memotong pembicaraan kami dan pasnya , TP berhenti di halte, ia segera menarik lenganku dan menaiki TP  yang cukup sepi itu. Selama perjalan aku dan ia hanya diam saja. Tak berkata sepatah pun.
Sesampainya di taman yang cukup luas. Ia masih menggenggam tanganku. Jantungku masih berdegup cukup keras hingga saat ini. Kami terus berjalan menyusuri jalan kecil di taman itu, hingga kami sampai di bangku taman dengan dikelilingi bunga-bunga yang indah. Aku dan dia duduk di bangku itu. Ia lepaskan genggamannya dan pandangannya mulai terlihat bingung.
“ kau terlihat seperti ingin berkata sesuatu “ aku memulai pembicaraan
‘  tidak ‘ jawabnya pendek
‘ memang apa yang akan kau katakan ? “ tanyaku tanpa mempedulikan jawabannya tadi
‘ hmmm… ‘